PENGARUH BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.)
TERHADAP PENURUN TEKANAN DARAH
DIPUSKESMAS
BANJARBARU
THE EFFECT OF PINEAPPLE TO A DECREASE
IN BLOODPRESSURE IN THE PUBLIC
HEALTH IN BANJARBARU
Emelea Ulfach
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari
Jl. Kelapa sawit 8, Bumi Berkat, Sungai Besar,
Banjarbaru, Kalimantan Selatan
ABSTRAK
Hipertensi merupakan salah satu resiko penyebab
kematian. Beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko hipertensi yaitu
usia,keturunan anggota yang mengidap hipertensi memiliki resiko tinggi untuk
mengalami kondisi yang sama,merokok dapat meningkatkan tekanan darah sekaligus
menyempitkan dinding arteri,kelebihan berat badan atau obesitas membutuhkan
oksigen dan nutrisi yang lebih banyak, sehingga volume darah dibutuhkan lebih
banyak volume darah yang meningkat akan meningkatkan tekanan darah, kurang
olahraga cenderung memiliki detak jantung lebih cepat sehingga jantung akan
bekerja lebih keras, kerja jantung lebih keras akan meningkatkan tekanan darah.
Banyak obat-obat herbal yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi atau
hipertensi salah satunya dengan mengonsumsi buah nanas. Kalium yang terkandung
dalam buah nanas dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
I.
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Hipertensi
adalah penyakit yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat seperti merokok,mengonsumsi alcohol
berlebihan,makan-makanan yang berlemak,kurangnya berolahraga,stress dan
lain-lain. Hipertensi atau biasa dikenal dimasyarakat dengan nama tekanan darah
tinggi merupakan salah satu resiko penyebab penyakit yang mematikan karena
memiliki kelainan pada sirkulasi darah seperti serangan jantung dan stroke.
Obat-obat
antihipertensi saat ini juga sudah banyak dan mudah didapat, namun obat-obatan
tersebut juga memiliki efek samping bagi tubuh. Seperti contoh obat golongan ACE INHIBITOR memiliki efek samping
batuk kering yang tidak sembuh-sembuh, begitu juga dengan obat antihipertensi BETA BLOKERS dapat menyebabkan gejala sesak napas dan
gangguan tidur. Upaya pencegahan penyakit dan pengobatan hipertensi dapat
dilakukan dengan cara tradisional. Salah satu cara tradisional yang tidak
banyak diketahui orang dengan memanfaatkan buah Nanas.
Nanas
(Ananas comosus (L.) Merr.). adalah tanaman yang sangat mudah ditemukan
dimana saja. Karena nanas termasuk tanaman yang tumbuh pada iklim tropis dan subtropics.
Nanas mengandung kalium yang dapat menurunkan tekanan darah. Nanas juga
merupakan antioksidan alami yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap
infeksi penyakit dan meningkatkan leukosit. Nanas dapat dikonsumsi segar,
diolah menjadi salad buah ataupun diolah menjadi minuman untuk menurunkan tekanan
darah.
B. Rumusan
masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan penyakit Hipertensi?
2. Bagaimana
cara pengobatan Hipertensi?
3. Apa
saja kandungan yang terdapat pada buah Nanas?
4. Bagaimana
mengolah buah Nanas untuk mengobati Hipertensi?
C. Tujuan
Penulisan
Penelitian
ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya hipertensi,
bagaimana cara pengobatannya serta bagaimana mengolah buah Nanas untuk
mengobati hipertensi. Buah nanas termasuk buah yang sangat mudah ditemukan
karna buah ini adalah buah yang tidak musiman atau tidak memiliki musim khusus
untuk berbuah.
BAB
II
ISI
2.1
Buah Nanas
1)
Pengertian
Nanas
Buah nanas termasuk
buah tropis yang rasanya sangat lezat, dan juga memiliki banyak manfaat nutrisi
untuk kesehatan tubuh.Buah ini terasa sedikit asam namun tetap enak untuk
dikonsumsi, dan akan terasa lebih nikmat ketika dibuatkan dalam bentuk jus.
Rasa keasaman pada nanas, sering membuat
nanas dijadikan macam-macam hidangan kuliner seperti rujak, asinan atau sebagai
bahan pelengkap pada resep masakan. Saat ini memperoleh nanas juga tidak
susah, dapat menemukannya di pasar tradisional atau supermarket. Bagi anda
yang menyukai buah nanas ini, tentu saja tidak hanya memanjakan lidah tapi
dibalik kenikmatannya itu, tersimpan manfaat nanas yang luar biasa.
Nanas yang mempunyai nama
latin (Ananas Comosus (L) Merr)
mempunyai
nama lain henas, kenas, honas (Batak), ganas, danas (Sunda),
manas
(Bali), pandang (Makasar). Buah nanas tergolong dalam famili
Bromeliaceace
yang bersifat tumbuh di tanah dengan menggunakan
akarnya.
Nanas
merupakan tanaman herba yang dapat hidup dalam berbagai
musim.
Tanaman ini digolongkan dalam kelas monokotil yang bersifat
tahunan
yang mempunyai rangkaian bunga yang terdapat di ujung batang,
tumbuhnya
meluas dengan menggunakan tunas samping yang berkembang
menjadi
cabang-cabang vegetafif, pada cabang tersebut kelak dihasilkan
buah
(Setiawan, 2000).
Buah
nanas biasanya tumbuh di perakaran yang terbatas, menyukai
tanah
yang banyak mengandung bahan organik dan mampu menyimpan
air
pada ketiak daunnya, sehingga dapat bertahan pada keadaan yang
kering
dalam waktu yang relatif lama dan tidak perlu terlalu sering
disiram.
2)
Isi kandungan Nanas
·
Vitamin A dan C sebagai
antioksidan.
- Kalsium, fosfor, magnesium,
besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa.
- Bromelain diketahui berkhasiat
sebagai anti radang, membantu melunakkan makanan di lambung, serta
menghambat pertumbuhan sel kanker.
- Aspartic acid yang berfungsi
sebagai asam amino di dalam tubuh sehingga membantu proses metabolisme
tubuh. Asam ini juga membantu membuang asam amonia di dalam tubuh, yang
merupakan racun berbahaya bagi sistem saraf pusat. Kandungan serat pada
buah nanas juga dapat mempermudah buang air besar pada penderita sembelit.
Penelitian bahkan menyebutkan nanas mempunyai asam amino esensial dan non
esensial untuk membantu memperkuat sistem imun dalam tubuh, mengatasi
kelelahan dan meningkatkan stamina dan energi .Doengoes ( 1993 )
Nanas memiliki banyak
khasiat untuk tubuh baik untuk kecantikan maupun kesehatan. Pohon nanas sendiri
dapat tumbuh subur di daerah beriklim tropis seperti di indonesia dengan masa
panen relatif singkat, yaitu antara 2 sampai 3 kali setahun.Dengan berbagai
kandungan yang dimiliki, tidak mengherankan jika buah ini banyak memiliki
khasiat untuk mengatasi penyakit.
Diantaranya mengurangi keluarnya asam lambung yang
berlebihan, membantu mencernakan makanan di lambung, antiradang, peluruh
kencing (diuretik), membersihkan jaringan kulit yang mati (skin debridement),
menghambat pertumbuhan sel kanker dan menghambat penggumpalan trombosit
(agregasi platelet).
Tak hanya buahnya saja yang berkhasiat, tetapi bagian lain dari nanas juga berkhasiat seperti, kulit yang berfungsi untuk membersihkan batu marmer. Daun nanas berfungsi sebagai piretik (penurun panas). Lantas kita selalu berpikir tentang kandungan apa yang ada pada buah nanas ? diantaranya adalah Vitamin C yang cukup tinggi atau sekitar 12 mg dalam 78 gr nanas.
Nanas juga mengandung phitochemical yang baik untuk kesehatan. Phitochemical adalah zat, bukan gizi yang dapat dijumpai pada tumbuhan yang memilki aktifitas biologi yang menguntungkan tubuh, yakni sebagai antioksidan. Selain itu nanas juga mengandung enzim bromelain yang dapat mengubah protein pada susu daging dan gelatin sehingga membuat bahan makanan menjadi basah. Karena sifatnya itu, nanas dapat mengempukan daging dengan meletakkan potongan nanas di atasnya, namun jangan terlalu lama supaya tidak mengalami kelembekkan.Meskipun terasa asam buah nanas tidak berbahaya bagi penderita maag. Kandungan phitochemicalnya dapat menurunkan PH tinggi hingga dapat mengontrol asam lambung. Untuk menambah khasiatnya nanas lebih baik dikonsumsi secara utuh. Seperti untuk campuran selada buah dan es buah. Tetapi perlu diingat juga, nanas yang telah diolah menjadi dodol nanas, kripik nanas atau olahan nanas lainnya, zat gizi atau enzimnya sudah tidak utuh lagi Brunner and Suddarth ( 2002)
Agar dapat memanfaatkan nanas secara optimal kita juga perlu memanfaatkan kualitas dari nanas tadi. Pilihlah nanas yang telah matang, jangan yang rusak atau cacat yang warnanya kecoklatan dan kalau bisa yang masih mengandung kadar air.
Buah ini juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, dan enzim bromelain.
Bromelain berkhasiat sebagai antiradang, membantu melunakkan makanan di lambung.
Tak hanya buahnya saja yang berkhasiat, tetapi bagian lain dari nanas juga berkhasiat seperti, kulit yang berfungsi untuk membersihkan batu marmer. Daun nanas berfungsi sebagai piretik (penurun panas). Lantas kita selalu berpikir tentang kandungan apa yang ada pada buah nanas ? diantaranya adalah Vitamin C yang cukup tinggi atau sekitar 12 mg dalam 78 gr nanas.
Nanas juga mengandung phitochemical yang baik untuk kesehatan. Phitochemical adalah zat, bukan gizi yang dapat dijumpai pada tumbuhan yang memilki aktifitas biologi yang menguntungkan tubuh, yakni sebagai antioksidan. Selain itu nanas juga mengandung enzim bromelain yang dapat mengubah protein pada susu daging dan gelatin sehingga membuat bahan makanan menjadi basah. Karena sifatnya itu, nanas dapat mengempukan daging dengan meletakkan potongan nanas di atasnya, namun jangan terlalu lama supaya tidak mengalami kelembekkan.Meskipun terasa asam buah nanas tidak berbahaya bagi penderita maag. Kandungan phitochemicalnya dapat menurunkan PH tinggi hingga dapat mengontrol asam lambung. Untuk menambah khasiatnya nanas lebih baik dikonsumsi secara utuh. Seperti untuk campuran selada buah dan es buah. Tetapi perlu diingat juga, nanas yang telah diolah menjadi dodol nanas, kripik nanas atau olahan nanas lainnya, zat gizi atau enzimnya sudah tidak utuh lagi Brunner and Suddarth ( 2002)
Agar dapat memanfaatkan nanas secara optimal kita juga perlu memanfaatkan kualitas dari nanas tadi. Pilihlah nanas yang telah matang, jangan yang rusak atau cacat yang warnanya kecoklatan dan kalau bisa yang masih mengandung kadar air.
Buah ini juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, dan enzim bromelain.
Bromelain berkhasiat sebagai antiradang, membantu melunakkan makanan di lambung.
4)
Beberapa
penyakit yang dapat disembuhkan dengan buah nanas
Ø Air perasan Nanas (jus) : Cacingan, radang
tenggorokan, Beri-beri, menurunkan berat badan dan masalah pencernaan.
Ø Daun Nanas : Untuk luka bakar, gatal dan bisul
(ditumbuk halus, balurkan pada yang sakit)
Ø Ketombe : Sediakan 1/4 buah nanas masak. Kupas
kulitnya, lalu parut, peras, dan saring. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk
nipis dan aduk sampai rata. Gunakan ramuan ini untuk menggosok kulit kepala
yang berketombe. Lakukan malam sebelum tidur. Keesokan paginya rambut
dikeramas. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu.
Ø Peradangan kulit : Sediakan 1/2 buah nanas yang
telah masak. Ambil parutannya saja lalu gosokan ke kulit yang bersisik
dan mengelupas. Lakukan pada malam hari sebelum tidur. Keesokan paginya baru
dicuci bersih. Lakukan setiap hari.
Ø Sembelit : Sediakan 3 buah nanas yang belum masak/
yang sedikit asam, lalu peras ambil airnya perasan
- Radang tenggorokan : Buatlah
jus nanas kemudian minum 3 kali sehari, sebanyak 1/3 bagian .Doengoes
( 1993 )
5) Bahaya Nanas
Nanas muda mengandung abortivum atau sejenis obat yang dapat
menggugurkan kandungan. Karena itu, nanas
dapat digunakan untuk melancarkan terlambat haid. Karena itu, perempuan hamil dilarang
mengkonsumsi nanas muda memicu rematik. Di dalam saluran cerna, buah nanas
terfermentasi menjadi alkohol. Ini bisa memicu rematik gout. Penderita rematik
dan radang sendi dianjurkan untuk membatasi konsumsi nanas.Buah nanas masak
mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Jadi, bagi penderita
diabetes, sebaiknya tidak mengonsumsi nanas secara berlebihan.Terkadang sehabis
makan nanas segar, lidah terasa gatal. Untuk menghindarinya, sebelum dimakan,
rendamlah potongan buah nanas dengan air garam.
2.2 Hipertensi atau tekanan darah tinggi
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa
penderita hipertensi yang berusia di atas 18 tahun mencapai 25,8 persen dari
jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, penderita
hipretensi perempuan lebih banyak 6 persen dibanding laki-laki. Sedangkan yang
terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya mencapai sekitar 9,4 persen. Ini
artinya masih banyak penderita hipertensi yang tidak terjangkau dan terdiagnosa
oleh tenaga kesehatan dan tidak menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga
kesehatan. Hal tersebut menyebabkan hipertensi sebagai salah satu penyebab
kematian tertinggi di Indonesia.
1.Pengertian
Hipertensi dikategorikan ringan jika tekanan diastoliknya berkisar 95 – 104 MmHg, hipertensi sedang kalau tekanan diastoliknya diantara kisaran 105 & 114 MmHg, & hipertensi berat bila tekanan diastoliknya berkisar 115 MmHg atau lebih dari itu. Pembagian atau perkategian ini berdasarkan dari peningkatan tekanan diastolik karena dianggap lebih serius dari peningkatan sistolik(Gunawan,2003).
Hipertensi ialah tekanan darah tinggi atau istilah kedokteran menjelaskan hipertensi merupakan sebuah kondisi di mana berlangsung gangguan pada mekanisme pengaturan tekanan darah (Mansjoer,2008 : 144)
Hipertensi dikategorikan ringan jika tekanan diastoliknya berkisar 95 – 104 MmHg, hipertensi sedang kalau tekanan diastoliknya diantara kisaran 105 & 114 MmHg, & hipertensi berat bila tekanan diastoliknya berkisar 115 MmHg atau lebih dari itu. Pembagian atau perkategian ini berdasarkan dari peningkatan tekanan diastolik karena dianggap lebih serius dari peningkatan sistolik(Gunawan,2003).
Hipertensi ialah tekanan darah tinggi atau istilah kedokteran menjelaskan hipertensi merupakan sebuah kondisi di mana berlangsung gangguan pada mekanisme pengaturan tekanan darah (Mansjoer,2008 : 144)
2. Etiologi/Penyebab
Hipertensi berdasarkan penyebabnya bisa dibedakan menjadi 2 golongan besar yakni : ( Lany Gunawan, 2001 )
a. Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) ialah hipertensi yg tidak diketahui apa penyebabnya.
b. Hipertensi sekunder merupakan hipertensi yg biasanya di sebabkan oleh penyakit lain.
Hipertensi primer hampir terdapat pada lebih dari 90 persen penderita hipertensi, sedangkan 10 persen sisanya disebabkan oleh hipertensi sekunder. Walaupun hipertensi primer belum diketahui dengan tentu penyebabnya, data-data penelitian sudah dapat menemukan sekian banyak factor yg tidak jarang sekali menyebabkan terjadinya sebuah penyakit hipertensi.
Pada umunya penyakit hipertensi tak memiliki penyebab yg secara spesifik.
Hipertensi terjadi juga terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer.
Hipertensi berdasarkan penyebabnya bisa dibedakan menjadi 2 golongan besar yakni : ( Lany Gunawan, 2001 )
a. Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) ialah hipertensi yg tidak diketahui apa penyebabnya.
b. Hipertensi sekunder merupakan hipertensi yg biasanya di sebabkan oleh penyakit lain.
Hipertensi primer hampir terdapat pada lebih dari 90 persen penderita hipertensi, sedangkan 10 persen sisanya disebabkan oleh hipertensi sekunder. Walaupun hipertensi primer belum diketahui dengan tentu penyebabnya, data-data penelitian sudah dapat menemukan sekian banyak factor yg tidak jarang sekali menyebabkan terjadinya sebuah penyakit hipertensi.
Pada umunya penyakit hipertensi tak memiliki penyebab yg secara spesifik.
Hipertensi terjadi juga terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer.
Tapi ada sekian banyak factor yg sangat mempengaruhi proses
terjadinya hipertensi :
a. Genetik : Respon nerologi yang terjadi pada stress atau disebabkan karena kelainan eksresi atau disebabkan karena transport Na.
b. Obesitas : Yang disebabkan karena terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan atau menyebabkan tekanan darah menjadi meningkat.
c. Stress dikarenakan atau disebabkan oleh Lingkungan.
d. Karena hilangnya Elastisitas pada jaringan serta arterisklerosis pada seseorang yang lanjut usia serta terdapat pelebaran pembuluh darah.
a. Genetik : Respon nerologi yang terjadi pada stress atau disebabkan karena kelainan eksresi atau disebabkan karena transport Na.
b. Obesitas : Yang disebabkan karena terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan atau menyebabkan tekanan darah menjadi meningkat.
c. Stress dikarenakan atau disebabkan oleh Lingkungan.
d. Karena hilangnya Elastisitas pada jaringan serta arterisklerosis pada seseorang yang lanjut usia serta terdapat pelebaran pembuluh darah.
Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia yaitu
karena terjadinya proses perubahan – perubahan pada :
a. Elastisitas dinding aorta menurun
b. Katub jantung menebal & menjadi kaku
c. Kekuatan jantung dalam memompa darah yang menurun 1% setiap tahun setelah biasanya berusia sekitar 20 thn kekuatan jantung memompa darah menurun menyebabkan menurunnya kontraksi & volumenya.
d. Kehilangan elastisitas pembuluh darah
faktor ini berjalan karenakurangnya efektifitas pembuluh darah perifer buat oksigenasi
e. Disebabkan karena meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer
a. Elastisitas dinding aorta menurun
b. Katub jantung menebal & menjadi kaku
c. Kekuatan jantung dalam memompa darah yang menurun 1% setiap tahun setelah biasanya berusia sekitar 20 thn kekuatan jantung memompa darah menurun menyebabkan menurunnya kontraksi & volumenya.
d. Kehilangan elastisitas pembuluh darah
faktor ini berjalan karenakurangnya efektifitas pembuluh darah perifer buat oksigenasi
e. Disebabkan karena meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer
Biarpun hipertensi primer belum diketahui dengan tentu apa
yang menyebabkannya, namun data-data penelitian sudah menemukan sekian banyak
aspek yg sering menyebabkan terjadinya penyakit hipertensi. Aspek tersebut
yaitu sebagai berikut :
a. Faktor keturunan
Dari data statistik yang ditemukan terbukti bahwa seorang akan mempunyai kemungkinan jauh lebih besar utk memperoleh hipertensi apabila orang tuanya merupakan penderita hipertensi.
b. Ciri perseorangan
Ciri perseorangan yg mempengaruhi timbulnya hipertensi yaitu :
· umur( bila usia bertambah sehingga TD meningkat )
· Jenis kelamin ( laki laki lebih tinggi terkena hipertensi dibandingkan dengan perempuan)
· Ras ( ras kulit hitam ternyata lebih banyak terkena penyakit hipertensi dari kulit putih )
c. Adat hidup
Tradisi hidup atau gaya hidup saat ini ternyata yg sering menyebabkan timbulnya hipertensi ialah:
· Mengonsumsi garam yg tinggi ( melebihi dari 30 gram)
· Kegemukan atau makan berlebihan
· Stress karena suatu masalah
· Memiliki kebiasaan dalam Merokok
· Memiliki kebiasaan suka mengkonsumsi minuman beralkohol
· Minum obat-obatan ( seperti ephedrine, prednison, dan epineprin )
3. Patofisiologi
Penyebab utama adalah pada penyakit jantung hipertensif merupakan hipertrofi ventrikel kiri yg terjadi sebagai akibat dengan cara langsung dari peningkatan bertahap tahanan pembuluh darah perifer & beban akhir ventrikel kiri. Aspek yg menentukan hipertrofi ventrikel kiri yakni derajat & lamanya peningkatan diastole. Pengaruh sekian banyak aspek humoral seperti rangsangan simpato-adrenal yg meningkat & peningkatan aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAA) belum didapati, bisa jadi yang merupakan penunjang saja. Fungsi pompa ventrikel kiri tatkala hipertensi berhubungan erat bersama penyebab hipertrofi & terjadinya aterosklerosis primer.
Terhadap stadium permulaan hipertensi, hipertrofi yg berlangsung yakni difus (konsentrik). Rasio massa & volume akhir diastolik ventrikel kiri meningkat tidak dengan perubahan yg berarti pada fungsi pompa efektif ventrikel kiri. Pada stadium seterusnya, dikarenakan penyakir berlanjut terus, hipertrofi menjadi tidak teratur, & hasilnya eksentrik, akibat terbatasnya aliran darah koroner. Khas pada jantung dgn hipertrofi eksentrik menggambarkan berkurangnya rasio antara massa & volume, oleh dikarenakan meningkatnya volume diastolik akhir. Factor ini diperlihatkan juga sebagai penurunan dengan cara menyeluruh fungsi pompa (penurunan fraksi ejeksi), peningkatan tegangan dinding ventrikel pada waktu sistol & konsumsi oksigen otot jantung. Hal-hal yg memperburuk fungsi mekanik ventrikel kiri berhubungan erat apabila disertai dengan penyakit jantung koroner.
Hal Koroner
Meskipun tekanan perfusi koroner meningkat, tahanan pembuluh koroner pula meningkat. Menjadi cadangan aliran darah koroner menyusut. Perubahan-perubahan secara hemodinamik sirkulasi koroner yang terjadi pada hipertensi berhubungan erat bersama derajat hipertrofi otot jantung.
Ada 2 factor penting penyebab penurunan cadangan aliran darah koroner, adalah :
1) penebalan arteriol koroner, adalah bagian dari hipertrofi umum pada otot polos pembuluh darah yang resistensi arteriol (arteriolar resistance vessels) semua badan. Setelah Itu terjadi retensi garam & air yg mengakibatkan berkurangnya compliance pembuluh-pembuluh ini & mengakibatkan tahanan perifer;
2) hipertrofi yg meningkat mengakibatkan kurangnya kepadatan kepiler per unit otot jantung apabnila timbul hipertrofi eksentrik. Peningkatan jarak difusi antara kapiler & serat otot yg hipertrofik jadi faktor utama pada stadium lanjut dari gambaran hemodinamik ini.
Menjadi, factor koroner pada hipertensi berkembang menjadi akibat penyakit, meski kelihatan sebagai penyebab patologis yg penting dari gangguan aktifitas mekanik ventrikel kiri
Dari data statistik yang ditemukan terbukti bahwa seorang akan mempunyai kemungkinan jauh lebih besar utk memperoleh hipertensi apabila orang tuanya merupakan penderita hipertensi.
b. Ciri perseorangan
Ciri perseorangan yg mempengaruhi timbulnya hipertensi yaitu :
· umur( bila usia bertambah sehingga TD meningkat )
· Jenis kelamin ( laki laki lebih tinggi terkena hipertensi dibandingkan dengan perempuan)
· Ras ( ras kulit hitam ternyata lebih banyak terkena penyakit hipertensi dari kulit putih )
c. Adat hidup
Tradisi hidup atau gaya hidup saat ini ternyata yg sering menyebabkan timbulnya hipertensi ialah:
· Mengonsumsi garam yg tinggi ( melebihi dari 30 gram)
· Kegemukan atau makan berlebihan
· Stress karena suatu masalah
· Memiliki kebiasaan dalam Merokok
· Memiliki kebiasaan suka mengkonsumsi minuman beralkohol
· Minum obat-obatan ( seperti ephedrine, prednison, dan epineprin )
3. Patofisiologi
Penyebab utama adalah pada penyakit jantung hipertensif merupakan hipertrofi ventrikel kiri yg terjadi sebagai akibat dengan cara langsung dari peningkatan bertahap tahanan pembuluh darah perifer & beban akhir ventrikel kiri. Aspek yg menentukan hipertrofi ventrikel kiri yakni derajat & lamanya peningkatan diastole. Pengaruh sekian banyak aspek humoral seperti rangsangan simpato-adrenal yg meningkat & peningkatan aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAA) belum didapati, bisa jadi yang merupakan penunjang saja. Fungsi pompa ventrikel kiri tatkala hipertensi berhubungan erat bersama penyebab hipertrofi & terjadinya aterosklerosis primer.
Terhadap stadium permulaan hipertensi, hipertrofi yg berlangsung yakni difus (konsentrik). Rasio massa & volume akhir diastolik ventrikel kiri meningkat tidak dengan perubahan yg berarti pada fungsi pompa efektif ventrikel kiri. Pada stadium seterusnya, dikarenakan penyakir berlanjut terus, hipertrofi menjadi tidak teratur, & hasilnya eksentrik, akibat terbatasnya aliran darah koroner. Khas pada jantung dgn hipertrofi eksentrik menggambarkan berkurangnya rasio antara massa & volume, oleh dikarenakan meningkatnya volume diastolik akhir. Factor ini diperlihatkan juga sebagai penurunan dengan cara menyeluruh fungsi pompa (penurunan fraksi ejeksi), peningkatan tegangan dinding ventrikel pada waktu sistol & konsumsi oksigen otot jantung. Hal-hal yg memperburuk fungsi mekanik ventrikel kiri berhubungan erat apabila disertai dengan penyakit jantung koroner.
Hal Koroner
Meskipun tekanan perfusi koroner meningkat, tahanan pembuluh koroner pula meningkat. Menjadi cadangan aliran darah koroner menyusut. Perubahan-perubahan secara hemodinamik sirkulasi koroner yang terjadi pada hipertensi berhubungan erat bersama derajat hipertrofi otot jantung.
Ada 2 factor penting penyebab penurunan cadangan aliran darah koroner, adalah :
1) penebalan arteriol koroner, adalah bagian dari hipertrofi umum pada otot polos pembuluh darah yang resistensi arteriol (arteriolar resistance vessels) semua badan. Setelah Itu terjadi retensi garam & air yg mengakibatkan berkurangnya compliance pembuluh-pembuluh ini & mengakibatkan tahanan perifer;
2) hipertrofi yg meningkat mengakibatkan kurangnya kepadatan kepiler per unit otot jantung apabnila timbul hipertrofi eksentrik. Peningkatan jarak difusi antara kapiler & serat otot yg hipertrofik jadi faktor utama pada stadium lanjut dari gambaran hemodinamik ini.
Menjadi, factor koroner pada hipertensi berkembang menjadi akibat penyakit, meski kelihatan sebagai penyebab patologis yg penting dari gangguan aktifitas mekanik ventrikel kiri
4.Tanda dan Gejala
Tanda serta gejala hipertensi dapat dibedakan menjadi :
a. Tidak ada gejala yang begitu spesifik yang dapat dihubungkan dengan adanya peningkatan tekanan darah, selain penentuan tekanan arteri oleh tenaga kesehatan yang memeriksa tekanan darahnya. Ini menunjukan bahwa hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa atau di tentukan apabila tekanan arteri tidak dikur.
b. Gejala yg lazim Sering dikatakan bahwa gejala terlazim yg menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala & kelelahan. Dalam kenyataannya ini adalah gejala terlazim yg berkaitan kebanyakan pasien yg mencari bantuan medis.
Tanda serta gejala hipertensi dapat dibedakan menjadi :
a. Tidak ada gejala yang begitu spesifik yang dapat dihubungkan dengan adanya peningkatan tekanan darah, selain penentuan tekanan arteri oleh tenaga kesehatan yang memeriksa tekanan darahnya. Ini menunjukan bahwa hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa atau di tentukan apabila tekanan arteri tidak dikur.
b. Gejala yg lazim Sering dikatakan bahwa gejala terlazim yg menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala & kelelahan. Dalam kenyataannya ini adalah gejala terlazim yg berkaitan kebanyakan pasien yg mencari bantuan medis.
5. Klasifikasi
Dengan Cara klinis derajat hipertensi akan dikelompokkan sebagai berikut :
Dengan Cara klinis derajat hipertensi akan dikelompokkan sebagai berikut :
6. Manifestasi Klinis
Terhadap sebagian besar penderita, hipertensi tak memunculkan gejala; biarpun secara tidak sengaja sekian banyak gejala terjadi bersamaan & diakui berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak).
Terhadap sebagian besar penderita, hipertensi tak memunculkan gejala; biarpun secara tidak sengaja sekian banyak gejala terjadi bersamaan & diakui berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak).
Gejala yg dimaksud yakni sakit kepala, perdarahan dari
hidung, pusing, wajah kemerahan & kelelahan; yg mungkin terjadi baik pada
penderita hipertensi, ataupun pada seseorang bersama tekanan darah yg normal.
Kalau hipertensinya berat atau menahun & tak diobati, mampu timbul gejala berikut :
· sakit kepala
· kelelahan
· mual
· muntah
· sesak nafas
· gelisah
· pandangan jadi kabur yg terjadi dikarenakan adanya kerusakan pada otak, mata, jantung & ginjal.
Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran & bahkan koma dikarenakan terjadi pembengkakan otak. Kondisi ini dinamakan ensefalopati hipertensif, yg memerlukan penanganan langsung.
Kalau hipertensinya berat atau menahun & tak diobati, mampu timbul gejala berikut :
· sakit kepala
· kelelahan
· mual
· muntah
· sesak nafas
· gelisah
· pandangan jadi kabur yg terjadi dikarenakan adanya kerusakan pada otak, mata, jantung & ginjal.
Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran & bahkan koma dikarenakan terjadi pembengkakan otak. Kondisi ini dinamakan ensefalopati hipertensif, yg memerlukan penanganan langsung.
7. KOMPLIKASI
Adapun komplikasi yg bisa berlangsung pada penyakit hipertensi menurut TIM POKJA RS Harapan (2003 : 64) & Dr. Budhi Setianto (Depkes, 2007) yakni diantaranya :
· Penyakit pembuluh darah otak seperti stroke, perdarahan otak, dan transient ischemic attack =.
· Penyakit jantung seperti gagal jantung, angina pectoris, infark miocard acut (IMA).
· Penyakit ginjal seperti gagal ginjal.
· Penyakit mata seperti perdarahan retina, penebalan retina, oedema pupil.
Adapun komplikasi yg bisa berlangsung pada penyakit hipertensi menurut TIM POKJA RS Harapan (2003 : 64) & Dr. Budhi Setianto (Depkes, 2007) yakni diantaranya :
· Penyakit pembuluh darah otak seperti stroke, perdarahan otak, dan transient ischemic attack =.
· Penyakit jantung seperti gagal jantung, angina pectoris, infark miocard acut (IMA).
· Penyakit ginjal seperti gagal ginjal.
· Penyakit mata seperti perdarahan retina, penebalan retina, oedema pupil.
8. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan penunjang menurut Dosen Fakultas kedokteran USU, Abdul Madjid (2004), meliputi :
· Pemeriksaan laboratorium teratur yg dilakukan sebelum mengawali terapi bertujuan memastikan adanya kerusakan organ & faktor resiko lain atau mencari penyebab hipertensi. umumnya diperiksa urin analisa, darah perifer komplit, kimia darah (kalium, natrium, kreatinin, gula darah puasa, kolesterol keseluruhan, HDL, LDL
· Pemeriksaan EKG. EKG (pembesaran jantung, gangguan konduksi), IVP (bisa mengidentifikasi hipertensi, yang merupakan tambahan bisa dilakukan pemerisaan lain, seperti klirens kreatinin, protein, asam urat, TSH & ekordiografi.
· Pemeriksaan diagnostik meliputi BUN /creatinin (fungsi ginjal), glucose (DM) kalium serum (meningkat menunjukkan aldosteron yg meningkat), kalsium serum (peningkatan bisa menyebabkan hipertensi : kolesterol & tri gliserit (indikasi pencetus hipertensi), pemeriksaan tiroid (menyebabkan vasokonstrisi), urinanalisa protein, gula (menunjukkan disfungsi ginjal), asam urat (hal penyebab hipertensi)
· Pemeriksaan radiologi : Photo dada & CT scan
Pemeriksaan penunjang menurut Dosen Fakultas kedokteran USU, Abdul Madjid (2004), meliputi :
· Pemeriksaan laboratorium teratur yg dilakukan sebelum mengawali terapi bertujuan memastikan adanya kerusakan organ & faktor resiko lain atau mencari penyebab hipertensi. umumnya diperiksa urin analisa, darah perifer komplit, kimia darah (kalium, natrium, kreatinin, gula darah puasa, kolesterol keseluruhan, HDL, LDL
· Pemeriksaan EKG. EKG (pembesaran jantung, gangguan konduksi), IVP (bisa mengidentifikasi hipertensi, yang merupakan tambahan bisa dilakukan pemerisaan lain, seperti klirens kreatinin, protein, asam urat, TSH & ekordiografi.
· Pemeriksaan diagnostik meliputi BUN /creatinin (fungsi ginjal), glucose (DM) kalium serum (meningkat menunjukkan aldosteron yg meningkat), kalsium serum (peningkatan bisa menyebabkan hipertensi : kolesterol & tri gliserit (indikasi pencetus hipertensi), pemeriksaan tiroid (menyebabkan vasokonstrisi), urinanalisa protein, gula (menunjukkan disfungsi ginjal), asam urat (hal penyebab hipertensi)
· Pemeriksaan radiologi : Photo dada & CT scan
9. PENATALAKSANAAN
Olah raga lebih banyak dihubungkan bersama pengobatan hipertensi, sebab olah raga isotonik (spt bersepeda, jogging, aerobic) yg rutin bisa memperlancar peredaran darah maka bisa menurunkan tekanan darah. Olah raga dapat juga digunakan buat mengurangi/ mencegah obesitas & mengurangi asupan garam ke dalam badan (badan yg berkeringat akan mengeluarkan garam melalui kulit).
Pengobatan hipertensi dengan cara garis besar dibagi jadi 2 type adalah :
1. Pengobatan non obat (non farmakologis)
2. Pengobatan dgn obat-obatan (farmakologis)
Olah raga lebih banyak dihubungkan bersama pengobatan hipertensi, sebab olah raga isotonik (spt bersepeda, jogging, aerobic) yg rutin bisa memperlancar peredaran darah maka bisa menurunkan tekanan darah. Olah raga dapat juga digunakan buat mengurangi/ mencegah obesitas & mengurangi asupan garam ke dalam badan (badan yg berkeringat akan mengeluarkan garam melalui kulit).
Pengobatan hipertensi dengan cara garis besar dibagi jadi 2 type adalah :
1. Pengobatan non obat (non farmakologis)
2. Pengobatan dgn obat-obatan (farmakologis)
Pengobatan non obat (non farmakologis)
Pengobatan non farmakologis kadang-kadang bisa mengontrol tekanan darah maka pengobatan farmakologis jadi tak digunakan atau sekurang-kurangnya ditunda. Sedangkan pada kondisi di mana obat anti hipertensi diperlukan, pengobatan non farmakologis akan dimanfaatkan sebagai pelengkap utk mendapati efek pengobatan yg tambah baik.
Pengobatan non farmakologis diantaranya yakni :
1. Diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh
2. Mengurangi asupan garam ke dalam badan.
3. Ciptakan kondisi rileks
Bermacam Macam trick relaksasi seperti meditasi, yoga atau hipnosis sanggup mengontrol system saraf yg hasilnya mampu menurunkan tekanan darah.
4. Melaksanakan olah raga seperti senam aerobik atau jalan serentak selama 30-45 menit jumlahnya
3-4 kali seminggu.
5. Berhenti merokok & mengurangi mengonsumsi alkohol
Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis)
Obat-obatan antihipertensi. Terdapat tidak sedikit tipe obat antihipertensi yg beredar sekarang ini. Buat pemilihan obat yg pas diharapkan menghubungi dokter.
· Diuretik
Obat-obatan type diuretik bekerja secara mengeluarkan cairan tubuh(melalui kencing) maka volume cairan ditubuh menyusut yg mengakibatkan daya pompa jantung jadi lebih ringan. Sample obatannya merupakan Hidroklorotiazid.
· Penghambat Simpatetik
Golongan obat ini bekerja dgn menghambat gerakan saraf simpatis (saraf yg bekerja pada disaat kita beraktivitas ). Contoh obatnya adalah : Metildopa, Klonidin & Reserpin.
· Betabloker
Prosedur kerja anti-hipertensi obat ini ialah lewat penurunan daya pompa jantung. Type betabloker tak dianjurkan kepada penderita yg sudah didapati mengidap kesukaran pernapasan seperti asma bronkial. Contoh obatnya yakni : Metoprolol, Propranolol & Atenolol. Terhadap penderita diabetes melitus mesti hati-hati, dikarenakan akan menutupi gejala hipoglikemia (keadaan di mana kadar gula dalam darah turun jadi teramat rendah yg dapat berakibat bahaya bagi penderitanya). Kepada ortu terdapat gejala bronkospasme (penyempitan saluran pernapasan) maka pemberian obat mesti hati-hati.
· Vasodilator
Obat golongan ini bekerja cepat terhadap pembuluh darah dgn relaksasi otot polos (otot pembuluh darah). Yg termasuk juga dalam golongan ini yakni : Prasosin, Hidralasin. Efek samping yg mungkin saja bakal terjadi dari pemberian obat ini merupakan : sakit kepala & pusing.
· Penghambat ensim konversi Angiotensin
Trick kerja obat golongan ini merupakan menghambat pembentukan zat Angiotensin II (zat yg bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah). Contoh obat yg termasuk juga golongan ini yaitu Kaptopril. Efek samping yg bisa jadi timbul ialah : batuk kering, pusing, sakit kepala & lemas.
· Antagonis kalsium
Golongan obat ini menurunkan daya pompa jantung secara menghambat kontraksi jantung (kontraktilitas). Yg termasuk juga golongan obat ini yakni : Nifedipin, Diltiasem & Verapamil. Efek samping yg bisa jadi timbul merupakan : sembelit, pusing, sakit kepala & muntah.
· Penghambat Reseptor Angiotensin II
Kiat kerja obat ini yaitu dgn menghalangi penempelan zat Angiotensin II kepada reseptornya yg mengakibatkan ringannya daya pompa jantung. Obat-obatan yg termasuk juga dalam golongan ini yaitu Valsartan (Diovan). Efek samping yg bisa saja timbul adalah : sakit kepala, pusing, lemas & mual.
Pengobatan non farmakologis kadang-kadang bisa mengontrol tekanan darah maka pengobatan farmakologis jadi tak digunakan atau sekurang-kurangnya ditunda. Sedangkan pada kondisi di mana obat anti hipertensi diperlukan, pengobatan non farmakologis akan dimanfaatkan sebagai pelengkap utk mendapati efek pengobatan yg tambah baik.
Pengobatan non farmakologis diantaranya yakni :
1. Diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh
2. Mengurangi asupan garam ke dalam badan.
3. Ciptakan kondisi rileks
Bermacam Macam trick relaksasi seperti meditasi, yoga atau hipnosis sanggup mengontrol system saraf yg hasilnya mampu menurunkan tekanan darah.
4. Melaksanakan olah raga seperti senam aerobik atau jalan serentak selama 30-45 menit jumlahnya
3-4 kali seminggu.
5. Berhenti merokok & mengurangi mengonsumsi alkohol
Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis)
Obat-obatan antihipertensi. Terdapat tidak sedikit tipe obat antihipertensi yg beredar sekarang ini. Buat pemilihan obat yg pas diharapkan menghubungi dokter.
· Diuretik
Obat-obatan type diuretik bekerja secara mengeluarkan cairan tubuh(melalui kencing) maka volume cairan ditubuh menyusut yg mengakibatkan daya pompa jantung jadi lebih ringan. Sample obatannya merupakan Hidroklorotiazid.
· Penghambat Simpatetik
Golongan obat ini bekerja dgn menghambat gerakan saraf simpatis (saraf yg bekerja pada disaat kita beraktivitas ). Contoh obatnya adalah : Metildopa, Klonidin & Reserpin.
· Betabloker
Prosedur kerja anti-hipertensi obat ini ialah lewat penurunan daya pompa jantung. Type betabloker tak dianjurkan kepada penderita yg sudah didapati mengidap kesukaran pernapasan seperti asma bronkial. Contoh obatnya yakni : Metoprolol, Propranolol & Atenolol. Terhadap penderita diabetes melitus mesti hati-hati, dikarenakan akan menutupi gejala hipoglikemia (keadaan di mana kadar gula dalam darah turun jadi teramat rendah yg dapat berakibat bahaya bagi penderitanya). Kepada ortu terdapat gejala bronkospasme (penyempitan saluran pernapasan) maka pemberian obat mesti hati-hati.
· Vasodilator
Obat golongan ini bekerja cepat terhadap pembuluh darah dgn relaksasi otot polos (otot pembuluh darah). Yg termasuk juga dalam golongan ini yakni : Prasosin, Hidralasin. Efek samping yg mungkin saja bakal terjadi dari pemberian obat ini merupakan : sakit kepala & pusing.
· Penghambat ensim konversi Angiotensin
Trick kerja obat golongan ini merupakan menghambat pembentukan zat Angiotensin II (zat yg bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah). Contoh obat yg termasuk juga golongan ini yaitu Kaptopril. Efek samping yg bisa jadi timbul ialah : batuk kering, pusing, sakit kepala & lemas.
· Antagonis kalsium
Golongan obat ini menurunkan daya pompa jantung secara menghambat kontraksi jantung (kontraktilitas). Yg termasuk juga golongan obat ini yakni : Nifedipin, Diltiasem & Verapamil. Efek samping yg bisa jadi timbul merupakan : sembelit, pusing, sakit kepala & muntah.
· Penghambat Reseptor Angiotensin II
Kiat kerja obat ini yaitu dgn menghalangi penempelan zat Angiotensin II kepada reseptornya yg mengakibatkan ringannya daya pompa jantung. Obat-obatan yg termasuk juga dalam golongan ini yaitu Valsartan (Diovan). Efek samping yg bisa saja timbul adalah : sakit kepala, pusing, lemas & mual.
Pengurangan garam, mesti memperhatikan rutinitas makan
penderita. Pengurangan asupan garam dengan cara drastis dapat susah
dilaksanakan. Trik pengobatan ini hendaknya tidak dipakai yang merupakan
pengobatan tunggal, namun lebih baik dipakai juga sebagai pelengkap pada
pengobatan farmakologis.
Dgn pengobatan & kontrol yg rutin, pula menghindari perihal dampak terjadinya hipertensi, sehingga angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan.
Dgn pengobatan & kontrol yg rutin, pula menghindari perihal dampak terjadinya hipertensi, sehingga angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan.
10. Cara pengobatan hipertensi
Banyak cara untuk mengobati hipertensi seperti dengan meminum obat-obat
antihipertensi tetapi obat-obat tersebut pasti memiliki efek samping yang
berbahaya untuk tubuh apabila dikonsumsi terus menerus. Selain dengan meminum
obat-obatan antihipertensi penyakit hipertensi dapat dicegah dengan memakan
buah Nanas. Buah nanas segar sangat ampuh mengatasi
penyakit darah tinggi. Jumlah kalium yang tinggi dan jumlah natrium yang rendah
dalam buah ini menjaga tingkat tekanan darah dalam tubuh tetap normal. Buah
Nanas dapat dikonsumsi dapat langsung dimakan setelah dikupas dari kulitnya
dapat juga dibuat jus
SELAMAT MENCOBA hehehe
BAB
III
KESIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa buah Nanas kaya akan kalium
yang dapat mengobati hipertensi. Seperti yang kalian tau hipertensi merupakan
penyakit yang sangat banyak dialami oleh setiap orang, contoh nya orang yang
sudah lanjut usia, tetapi tidak semua orang yang lanjut usia saja yang bisa
mengalami hipertensi. Hipertensi bisa terjadi karena pola hidup yang tidak
sehat seperti orang yang aktif merokok,meminum alkohol,memakan-makanan yang
berlemak,tidak stress. Hal tersebut tadi merupakan resiko tertinggi mengalami
hipertensi.
Saran
Untuk pembaca agar terhindar dari hipertensi
diharapkan menjaga pola hidup sehat seperti tidak merokok,tidak mengonsumsi
alkohol dalam jumlah banyak,mengurangi memakan makanan yang mempunyai kadar
lemak tinggi,rajin berolahraga secara teratur,memakan buah-buahan yang sehat.
DAFTAR PUSTAKA
Brunner and Suddarth.2002. Keperawatan Medikal Bedah.
Jakarta : EGC
Doengoes ( 1993 ). Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC
Smith T. 1995. Tekanan Darah Tinggi. Cetakan V. Arcan.Jakarta
Sobel, B. J. M. D. and George L. Bakris, M . D . FACP. 1999 . Pedoman KLinis diagnosa dan Terapi Hipertensi. Penerbit Hipokrates.
Doengoes ( 1993 ). Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC
Smith T. 1995. Tekanan Darah Tinggi. Cetakan V. Arcan.Jakarta
Sobel, B. J. M. D. and George L. Bakris, M . D . FACP. 1999 . Pedoman KLinis diagnosa dan Terapi Hipertensi. Penerbit Hipokrates.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar